Showing posts with label Harapan Heir. Show all posts
Showing posts with label Harapan Heir. Show all posts
Wednesday, May 26, 2010
RE : Susahnya Miskin
Ya Ilahi,
betapa susahnya menjadi orang miskin,
membantu enggan, hanya megeji,
menbimbang enggan, sebaliknya dicaci,
menghormati enggan, tetapi dibenci..
oh! Ilahi, susahnya menjadi miskin....
jika di kampung,
hilang barang, maka puncanya si miskin.
hilang buah, dituduhnya si miskin..
lain yang membuat, tetap dituding si miskin...
di sini,
makan hanya sekali sehari,
tidur pun hanya di stor bagasi,
namun tidak dihormati..
sebaliknya di maki..
di sindir dan dibenci...
bukannya mahu mohon simpati,
bukannya mahu minta sen,
jauh lagi meminta sesuap nasi,
cuma ingin meluahkan kata hati......
p/s : susahnya menjadi orang miskin
Tuesday, May 11, 2010
RE : Ayat Hari Ini
"semua ni kerja Allah s.w.t...kuasa dia..
sedangkan 02 pun kredit dengan dia,
bayar belum tentu"
bayar belum tentu"
Monday, March 9, 2009
perang yang tamat

harapan yang jelas, mahu perang hilang berbalas,
teraba-raba ketika senja,
di dalam tangan satu manila,
"maafkan aku~~"
hati kenapa jadi haru,
betapa aku ingin kata kau bodoh,
betapa aku ingin kata kau naif,
namun, terima kasih,
atas kebodohonmu,
dan kenaifanmu....
tak sampai seribu SMS,
tak sampai 2 purnama,
lengkapnya tak sampai 300 jam, dan diakhiri
tak sampai setanak nasi...
aku belajar satu erti,
jika ego kuasai diri,
jika menipu tanpa erti,
maka diri tanggung sendiri
spefikasi cinta aku,
aku jauh dari imaginasi & diarimu,
posisikan diriku,
dan possesi diri aku,
aku manusia bukan abadi
aku bukan bidadari sinis,
dan,
cintaku bukan senandung konspirasimu
Tuesday, January 6, 2009
2 versi, satu Erti
Versi dia....
Lest time does not permit,
for time might be snatched suddenly,
this will have to stand for every utterance,
that's frozen in the breast
..............
Versi "dia"
itu deru ombak sepi,
meruncingkan lagi sepi,
mengingatkan aku segala babak kejauhan,
kelak melebar luas ke suatu yang abadi...
baru ku sedari betapa kusayangimu.....
betapa segala persiapanku,
setimpalkah segala
rawat mu, segala belaimu.....
.............................
Lest time does not permit,
for time might be snatched suddenly,
this will have to stand for every utterance,
that's frozen in the breast
..............
Versi "dia"
itu deru ombak sepi,
meruncingkan lagi sepi,
mengingatkan aku segala babak kejauhan,
kelak melebar luas ke suatu yang abadi...
baru ku sedari betapa kusayangimu.....
betapa segala persiapanku,
setimpalkah segala
rawat mu, segala belaimu.....
.............................
Thursday, October 23, 2008
Harapan
sekarang ni , bukan pada masa ini, semua orang berharap. Berbagai bentuk harapan yang diajukan kedalam kitaran asura hidupan, yang mana manusia langsung tak pernah mengerti ianya, Ya, Harapan itu ilah satu lagi bentuk Ketamakan
Apa kesan Ketamakan, kita sendiri boleh jawab....
" aku harap dapat dia. Aku harap dapat CG tinggi, aku harap, aku harap"
sekadar menyebut beberapa contoh....
Berharap, harapan....
N. Murrue dalam bukunya "Heir" pernah mengulas tajuk ini. Harapan, baginya , sekadar menyebut, bahawa Harapan,ialah risiko menyeberangi jurang yang teramat dalam, yang mana jika kau jatuh kedalamnya, maka, tiada jaminan kau mampu naik atas balik..
Aku mengingatkan diriku dan mereka yang aku sayang, bahawa, jangan terlalu berharap dan optimistik tentang benda kebelangan ini. Pada sapa yang teras, memang mesej ini ditujukan pada kau, dan kau! Maaf, aku keberatan mahu menegur depan, dan ini ialah caraku.Berusahalah....Itu yang kita perlukan sekarang
Apa kesan Ketamakan, kita sendiri boleh jawab....
" aku harap dapat dia. Aku harap dapat CG tinggi, aku harap, aku harap"
sekadar menyebut beberapa contoh....
Berharap, harapan....
N. Murrue dalam bukunya "Heir" pernah mengulas tajuk ini. Harapan, baginya , sekadar menyebut, bahawa Harapan,ialah risiko menyeberangi jurang yang teramat dalam, yang mana jika kau jatuh kedalamnya, maka, tiada jaminan kau mampu naik atas balik..
Aku mengingatkan diriku dan mereka yang aku sayang, bahawa, jangan terlalu berharap dan optimistik tentang benda kebelangan ini. Pada sapa yang teras, memang mesej ini ditujukan pada kau, dan kau! Maaf, aku keberatan mahu menegur depan, dan ini ialah caraku.Berusahalah....Itu yang kita perlukan sekarang
Subscribe to:
Posts (Atom)
